Membedakan Jenis Kelamin Hamster
Perbedaan jenis kelamin hamster akan terlihat jelas setelah hamster dewasa atau matang kelamin Hamster jantan memiliki tonjolan yang bentuknya membulat berwama kemerahan dan terletak di dekat pangkal ekorya. Tonjolan daging ini adalah kantung zakar, tempat sperma dihasilkan. Alat kelamin jantan berada di atas bantalan zakar tersebut dengan bentuk agak menonjol ke luar sebesar tusuk gigi. Antara penis dan zakar terdapat jarak yang ukurannya semakin menjauh jika hamster jantan tersebut semakin dewasa, sehingga akan terlihat lebih jelas jika hamster telah dewasa.
Sementara itu, bentuk alat kelamin betina bisa terlihat jelas dalam jarak dekat, yakni berdekatan dengan lubang anus. Alat kelamin hamster betina menyerupai sebuah garis kecil di atas lubang anusnya. Perbedaan jerus kelamin tersebut tidak terlihat jelas jika hamster masih berumur kurang dari dua minggu. Melihat perbedaan jenis kelamin hamster dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut.
Ambil hamster dengan memegang kulit di sekitar pundak seperti menjinjingnya, kemudian periksa bagian kelaminnya dengan cara membalikkan tubuh bagian bawahnya ke arah atas atau sesuai dengan pandangan kita. .
Jika hamster tidak jinak, masukkan ke dalam wadah transparan seperti toples, lalu lihat bagian kelaminnya dengan cara mengintipnya dari bawah. Jika memakai cara ini pilihlah wadah transparan yang berukuran tidak terlalu besar agar tidak sulit melihat kelaminnya dan jangan meletakkan alas tidur di dalam wadah tersebut.
Hamster yang akan dijodohkan hams dipilih yang Umurnya telah dewasa penuh. Umur dewasa penuh bagi hamster Syria adalah lima bulan meskipun sebelum Umur tersebut sudah mampu melahirkan anak, hamster mini russian Campbell sepuluh minggu hingga tiga bulan, meskipun telah matang kelamin pada Umur enam minggu terutama pada jantannya, Winter White tiga bulan; dan Roborovski berumur delapan bulan.
Setelah yakin memilih dua ekor hamster dengan jenis kelamin berbeda, langkah selanjutnya adalah menyatukan mereka di dalam satu wadah penjodohan. Hal ini perlu dilakukan.karena hamster belum saling mengenal. Biasanya mereka akan saling bereaksi keras, saling menghadang, bahkan salah satu atau keduanya akan langsung menyerang. Tidak menjadi soal siapa yang menyerang dan menggigit terlebih dahulu, yang pasti umumnya kemenangan akan diperoleh oleh hamster yang lebih dominan, yakni umumnya yang berh!buh lebih besar. Biasanya pada kejadian seperti ini hamster betina akan unggul, galak, dan menyerang lebih dulu. Sangat jarang hamster jantan yang birahi akan menyerang betina yang akan dijodohkan dengannya.
Kebanyakan hamster jantan akan selalu mengikuti di belakang betina, sambil sesekali mengendus mulut dan bagian kepala betina. Ini pertanda hamster jantan menerima betina tersebut. Jika betina tidak menolak, mereka akan berdekatan dan saling menciumi bagian hidung masing-masing. Jika jantan terlihat berada di belakang tubuh betina untuk beberapa saat dan berlangsung berulang-ulang, biasanya tidak lama lagi akan terjadi proses perkawinan.
Disebabkan betina biasanya lebih dominan dan galak, perlu dilakukan perkenalan sebagai tahap awal untuk menjodohkan sepasang hamster sebelum memasuki tahap pembuahan. Caranya dengan mengurung hamster betina di dalam satu wadah terpisah yang terbuat dari kawat atau akuarium. Prinsipnya, mereka dibiarkan saling melihat dan berdekatan dulu, tetapi tidak bisa saling bersentuhan secara bebas agar tidak dapat saling melukai atau menggigit.
Selanjutnya, kita hams memesnatikan reaksi keduanya. Jika tidak terlihat reaksi ingin berkelahi, bolehlangsung disatukan dalam satu wadah. Tanda hamster telah berjodoh adalah keduanya akan terlihat saling mendekatkan mulut dan mencium satu saran lain. Selanjutnya, hamster betina dimasukkan kedalam kandang jantan. Jika penolakan oleh betina masih terjadi, hamster betina dimasukkan lagi kedalam wadah terpisah. Waktu terbaik untuk melepaskan betina ketempat jantan adalah pada sore hari menjelang malam atau senja karena pada saat itu hamster sudah mulai aktif.
Perbedaan jenis kelamin hamster akan terlihat jelas setelah hamster dewasa atau matang kelamin Hamster jantan memiliki tonjolan yang bentuknya membulat berwama kemerahan dan terletak di dekat pangkal ekorya. Tonjolan daging ini adalah kantung zakar, tempat sperma dihasilkan. Alat kelamin jantan berada di atas bantalan zakar tersebut dengan bentuk agak menonjol ke luar sebesar tusuk gigi. Antara penis dan zakar terdapat jarak yang ukurannya semakin menjauh jika hamster jantan tersebut semakin dewasa, sehingga akan terlihat lebih jelas jika hamster telah dewasa.


Sementara itu, bentuk alat kelamin betina bisa terlihat jelas dalam jarak dekat, yakni berdekatan dengan lubang anus. Alat kelamin hamster betina menyerupai sebuah garis kecil di atas lubang anusnya. Perbedaan jerus kelamin tersebut tidak terlihat jelas jika hamster masih berumur kurang dari dua minggu. Melihat perbedaan jenis kelamin hamster dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut.
Ambil hamster dengan memegang kulit di sekitar pundak seperti menjinjingnya, kemudian periksa bagian kelaminnya dengan cara membalikkan tubuh bagian bawahnya ke arah atas atau sesuai dengan pandangan kita. .
Jika hamster tidak jinak, masukkan ke dalam wadah transparan seperti toples, lalu lihat bagian kelaminnya dengan cara mengintipnya dari bawah. Jika memakai cara ini pilihlah wadah transparan yang berukuran tidak terlalu besar agar tidak sulit melihat kelaminnya dan jangan meletakkan alas tidur di dalam wadah tersebut.
Hamster yang akan dijodohkan hams dipilih yang Umurnya telah dewasa penuh. Umur dewasa penuh bagi hamster Syria adalah lima bulan meskipun sebelum Umur tersebut sudah mampu melahirkan anak, hamster mini russian Campbell sepuluh minggu hingga tiga bulan, meskipun telah matang kelamin pada Umur enam minggu terutama pada jantannya, Winter White tiga bulan; dan Roborovski berumur delapan bulan.
Setelah yakin memilih dua ekor hamster dengan jenis kelamin berbeda, langkah selanjutnya adalah menyatukan mereka di dalam satu wadah penjodohan. Hal ini perlu dilakukan.karena hamster belum saling mengenal. Biasanya mereka akan saling bereaksi keras, saling menghadang, bahkan salah satu atau keduanya akan langsung menyerang. Tidak menjadi soal siapa yang menyerang dan menggigit terlebih dahulu, yang pasti umumnya kemenangan akan diperoleh oleh hamster yang lebih dominan, yakni umumnya yang berh!buh lebih besar. Biasanya pada kejadian seperti ini hamster betina akan unggul, galak, dan menyerang lebih dulu. Sangat jarang hamster jantan yang birahi akan menyerang betina yang akan dijodohkan dengannya.
Kebanyakan hamster jantan akan selalu mengikuti di belakang betina, sambil sesekali mengendus mulut dan bagian kepala betina. Ini pertanda hamster jantan menerima betina tersebut. Jika betina tidak menolak, mereka akan berdekatan dan saling menciumi bagian hidung masing-masing. Jika jantan terlihat berada di belakang tubuh betina untuk beberapa saat dan berlangsung berulang-ulang, biasanya tidak lama lagi akan terjadi proses perkawinan.
Disebabkan betina biasanya lebih dominan dan galak, perlu dilakukan perkenalan sebagai tahap awal untuk menjodohkan sepasang hamster sebelum memasuki tahap pembuahan. Caranya dengan mengurung hamster betina di dalam satu wadah terpisah yang terbuat dari kawat atau akuarium. Prinsipnya, mereka dibiarkan saling melihat dan berdekatan dulu, tetapi tidak bisa saling bersentuhan secara bebas agar tidak dapat saling melukai atau menggigit.
Selanjutnya, kita hams memesnatikan reaksi keduanya. Jika tidak terlihat reaksi ingin berkelahi, bolehlangsung disatukan dalam satu wadah. Tanda hamster telah berjodoh adalah keduanya akan terlihat saling mendekatkan mulut dan mencium satu saran lain. Selanjutnya, hamster betina dimasukkan kedalam kandang jantan. Jika penolakan oleh betina masih terjadi, hamster betina dimasukkan lagi kedalam wadah terpisah. Waktu terbaik untuk melepaskan betina ketempat jantan adalah pada sore hari menjelang malam atau senja karena pada saat itu hamster sudah mulai aktif.

















Pertanyaan
ini penting. Beberapa orang tidak tahan terhadap bulu hewan dan bisa
mengakibatkan reaksi alergi. Untuk pengidap alergi (kasus ini jarang
terjadi dan baru tercatat di Inggris dan Amerika), mohon berhati-hati
terhadap hamster siria berbulu panjang. Dalam beberapa kasus, pengidap
alergi tidak tahan terhadap hamster siria bulu panjang. Jadi, pada waktu
membeli coba pegang hamster siria bulu panjang tersebut. Bila
menimbulkan reaksi alergi, sebaiknya memelihara hamster siria bulu
panjang hanya untuk dilihat, bukan dipegang. Normalnya, bulu hamster
tidak akan rontok asal suhu ruang terjaga (sekitar 25 derajat Celcius).
Diatas suhu kamar tersebut, bulu hamster dapat rontok dan dapat menjadi
masalah serius bagi pengidap asma. Asalkan suhu ruang terjaga, hal ini
tidak akan menjadi masalah. Penulis artikel ini memiliki penyakit asma
dan sampai artikel ini ditulis belum pernah kambuh karena bulu hamster. 

Kacang Tanah
Biji
bunga matahari sangat disukai orang. Kebanyakan orang mengidentikan
biji bunga matahari sebagai satu-satunya makanan hamster. Padahal ini
tidak benar. Hanya memberi hamster dengan biji bunga matahari akan
menyebabkan hamster mengalami kekurangan gizi dan obesitas karena biji
bunga matahari mengandung lemak tinggi. Seperti halnya pemberian kacang
tanah, pemeberian biji bunga matahari hendaknya dibatasi. Memang benar
bahwa hamster sangat menyukai biji bunga matahari, namun demikian
sangatlah bijak jika kita mengendalikan nafsu makan mereka. Biji bunga
matahari juga dapat digunakan untuk menjinakkan hamster. Dengan
memberikan biji bunga matahari mengunakan tangan kita, lama kelamaan
hamster akan terbiasa dengan tangan kita dan semakin mudah untuk
dipegang.
Kacang Kedelai
Kacang Hijau
Beras Merah
Padi/Gabah
Konsentrat
Wortel
Taoge
Air


Cabai dan Masakan Pedas
Ikan Asin dan Masakan Bergaram Lainnya

Makanan Instant Pabrikan





Hindarkan
memilih makanan pabrikan yang mengandung pewarna. Pewarna hanya untuk
menarik pemilik hamster, tetapi belum tentu baik bagi hamster. Jika zat
pewarna yang digunakan ternyata berbahaya, dapat berisoko kanker bagi
hamster.




